Ini Dia Ibu Tertua di China, Melahirkan Bayi Kembar di Usia 60

ibu tertua

KlikSeru.com – Baru-baru ini terungkap kabar seorang wanita di China berhasil melahirkan bayi kembar perempuan di usianya yang sudah 60 tahun, dengan menjalani program bayi tabung. Bisa jadi dialah ibu tertua di China.

Kasus ini dapat dikatakan sangat jarang terjadi di China yang notabene mewajibkan setiap keluarga di negara tersebut hanya memiliki satu keturunan saja.

Namun kasus ini juga menepis anggapan bahwa efektivitas program bayi tabung atau in vitro fertilisation (IVF) makin lama akan makin berkurang seiring dengan pertambahan usia si calon ibu. Atau jika tidak para pakar mengkhawatirkan kondisi kesehatan si bayi hasil IVF dari ibu yang sudah lanjut usia.

Berdasarkan keterangan dari China Daily, Sheng Hailin kehilangan putri satu-satunya yang meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida di tahun 2009. Saat itu usia putri Sheng yang bernama Tingting mencapai 29 tahun.

“Agar bisa bertahan hidup dan membebaskan diri saya dari kesepian, saya memutuskan untuk punya anak lagi di usia yang sudah tak muda ini,” katanya kepada surat kabar tersebut.

Tanpa alasan yang jelas, sebuah rumah sakit militer di timur kota Hefei pun sepakat untuk memberi kesempatan bagi Sheng dan suaminya menjalani program bayi tabung.

Dan tanpa dinyana, prosedur itu berhasil dan Sheng melahirkan bayi kembar perempuan pada tanggal 25 Mei 2010 di No. 105 Hospital of the People’s Liberation Army saat usianya 60 tahun. Bayi kembarnya kemudian masing-masing diberi nama Zhizhi dan Huihui. Saat lahir, Zhizhi memiliki berat 1,85 kg sedangkan berat Huihui adalah 1,45 kg.

loading...

Wanita tertua di dunia yang berhasil melahirkan dan diakui Guinness Book of Records adalah Maria del Carmen Bousada Lara dari Spanyol yang melahirkan bayi kembar laki-laki secara Caesar pada tahun 2006 ketika usianya 66 tahun 358 hari. Namun tiga tahun kemudian, ia meninggal dunia karena kanker.

Padahal diperkirakan satu juta keluarga di penjuru China telah kehilangan satu-satunya keturunan mereka sejak kebijakan itu diterapkan di akhir tahun 1970-an dan bisa jadi angka ini akan membengkak menjadi 3-4 juta pada 20-30 tahun ke depan.

Keluarga-keluarga itu pun terpaksa harus menghadapi masa depan yang tak jelas karena tak ada seorang pun yang membantu merawat mereka atau menanggung biaya kesehatan mereka di usia senja.

Selain itu meski Sheng yang dulunya berprofesi sebagai dosen kesehatan dan suaminya memiliki uang pensiun yang lumayan. Tapi Sheng harus kembali bekerja di usianya yang lanjut dan berkeliling China untuk memberikan kuliah kesehatan.

Ini dilakukannya demi mendapatkan dana tambahan untuk membesarkan kedua putrinya, termasuk membayar dua babysitter yang digaji lebih dari Rp 19,5 juta per bulan. Apalagi karena kerentanan fisiknya, Sheng tak lagi bisa melakukan tugas sederhana seperti memandikan si bayi.

Sheng juga mengeluh karena harus menambah jam terbangnya, ia jadi tak bisa menghabiskan banyak waktu dengan suami, Zhizhi dan Huihui yang kini berusia tiga tahun seperti yang ia idam-idamkan dulu.

“Beberapa kuliah mungkin bisa dilakukan dalam satu hari, tapi terkadang saya harus bermalam sampai 3-4 hari di satu tempat. Jadi saya hanya bisa menghabiskan waktu dengan anak-anak saya di rumah selama 4-5 hari saja. Padahal usia saya sudah 64 dan tubuh saya renta,” tuturnya.

“Tapi untuk keduanya, saya akan memberikan apapun semampu saya,” imbuhnya seperti dikutip dari News.com.au, Jumat (27/12/2013).

loading...
Ini Dia Ibu Tertua di China, Melahirkan Bayi Kembar di Usia 60 | Klik Seru | 4.5