9 Mitos Tentang Seks

mitos seks

KlikSeru.com – Mitos memang erat hubungan dengan kebudayaan manusia, setiap mitos antara satu daerah dengan daerah yang lain terkadang memiliki kesamaan sehingga membuat banyak orang semakin mempercayainya. Salah satunya adalah mitos mengenai seks.

Pada jaman canggih seperti saat ini, semua hal bisa dijelaskan secara logis, termasuk mitos. Mitos mengenai seks yang berkembang di masyarakat sangatlah beragam, mulai dari makanan afrodisiak, ukuran penis dan banyak lagi yang lainnya.

Oleh karena itu, Womenshealthmag merilis 9 mitos seks yang bisa dijelaskan secara ilmiah, yaitu:

1. Wanita benar-benar peduli tentang ukuran penis

Ukuran penis yang besar merupakan dambaan setiap pria, karena mitos yang berkembang mengatakan bahwa seorang wanita lebih puas dengan penis berukuran besar. Faktanya, kedalaman miss v berkisar antara 12cm sampai ke bagian serviks. Rata-rata panjang penis orang Indonesia adalah 12 hingga 15cm, hal ini berarti seorang pria tak perlu memerlukan penis berukuran besar untuk memuaskan wanita, yang terpenting adalah teknik bermain.

Sebuah survei yang dilakukan kepada 50.000 orang juga menghasilkan kesimpulan bahwa 85% wanita mengatakan mereka puas dengan ukuran penis pasangannya, sedangkan hanya 55% pria yang mengaku puas dengan ukuran penisnya.

2. Makanan Afrodisiak

Beberapa makanan dipercaya mempunyai khasiat untuk menaikkan libido. Faktanya adalah libido tersebut naik bukan 100% akibat mengonsumsi makanan tersebut melainkan juga faktor sugesti. Contoh makanan yang dipercaya mempengaruhi libido adalah cokelat dan tiram.

Cokelat memang mengandung phenylethylamine yang merupakan zat yang dapat melepaskan dopamin dari otak. Dopamin bekerja menaikkan gairah seksual. Cokelat merupakan makanan afrodisiak paling sukses yang dapat Anda temukan.

3. Wanita perlu clitoral untuk mencapai klimaks

Inilah mitos yang menyebabkan kebanyakan pria hanya fokus “menyerang” bagian klitoris dan fokus terhadap sesi penetrasi. Faktanya, seorang wanita bisa mencapai klimaks dari rangsangan bagian tubuh lain seperti nipplegasm yang terjadi berkat rangsangan pada payudara. Latihan pernapasan dan kagel juga dipercaya bisa membuat wanita klimaks tanpa adanya penetrasi. Beberapa wanita bahkan bisa mengalami orgasme zona, yaitu klimaks yang terjadi akibat bagian tubuh lain seperti jari dan telapak kaki dirangsang.

4. Hanya pria yang mengalami mimpi basah

Mimpi basah dilambangkan sebagai fase “penyeberangan” seorang pria dari masa remaja ke dewasa. Namun tahukah Anda ternyata mimpi basah juga dialami wanita?

Sebuah penelitian yang dilakukan pada 1986 melibatkan 245 wanita di Universitas Midwester, dan hasilnya, 30 persen wanita mengaku mengalami mimpi basah satu kali dalam satu tahun terakhir.

5. Seks membantu menurunkan berat badan

Seks dipercaya dapat menurunkan berat badan karena seks merupakan salah satu kegiatan olahraga. Tak hanya seks, masturbasi juga dipercaya membantu menurunkan berat badan. Padahal faktanya kita hanya membakar sekitar 85 150 kalori dari sesi bercinta selama 35 menit. Sedangkan untuk bisa menurunkan berat badan, Anda harus membakar kurang lebih 3.500 kalori untuk menghilangkan sekitar 400 gram berat badan. Jika Anda melakukan seks selama 35 hari dalam sehari maka mitos itu adalah benar dan orang-orang tak perlu pergi ke gym.

6. Tidak sehat menelan sperma

Banyak yang beranggapan bahwa menelan sperma akan berdampak pada kesehatan. Faktanya, sperma yang keluar dari proses ejakulasi sangatlah steril, jauh lebih steril dari pada mulut manusia. Kecuali jika sperma tersebut berasal dari pria yang memiliki penyakit seksual.

7. Pria memiliki puncak seksual saat akhir remaja, wanita dalam dua puluhan lebih terlambat.

Dalam dunia kedokteran tidak pernah mengenal adanya istilah puncak seksual. Sebuah survei yang dilakukan produk pelumas buatan Sylk menyebutkan bahwa wanita di atas 50 tahun justru mengalami peningkatan intensitas bercinta.

8. Setiap wanita memiliki G-spot

Tidak ada yang mengetahui letak g-spot wanita secara pasti. G-spot pada wanita kemungkinan berasal dari saraf dan aliran darah yang datang bersamaan. Setiap pasangan bisa menemukan g-spot tersebut dari pengalaman seks mereka.

9. Oral seks lebih aman dari seks vagina!

Memang oral seks tidak akan membuat wanita hamil. Namun sayangnya baik oral, anal maupun penetrasi pada vagina juga sama-sama berisiko. Virus-virus seperti Herpes, gonore, dan klamidia dapat menyebar melalui oral, selain HPV dan HIV.

loading...
9 Mitos Tentang Seks | Klik Seru | 4.5