8 Hal yang Sebenarnya Tidak Membatalkan Puasa

puasa

KlikSeru.com – Puasa ramadhan memiliki ketentuan yang jelas mengenai hal-hal yang bisa membatalkan puasa atau tidak. Hanya saja, seringkali umat islam berdasarkan informasi yang didapat dari mulut ke mulut kemudian menganggap beberapa perkara dapat membatalkan puasa, sekalipun tidak ada hukumnya. Agar lebih jelas, berikut ini hal-hal yang sebenarnya tidak membatalkan puasa:

Mencicipi Makanan

Mencicipi makanan untuk merasainya sebentar, misalnya untuk kepentingan agar rasanya tidak aneh sebeum dihidangkan tidak akan membatalkan puasa. Selama tidak ditelan dengan sengaja dan segera dikeluarkan dari mulut.

“Tidaklah mengapa orang yang berpuasa merasakan cuka atau sesuatu (yang ingin ia beli) sepanjang tidak masuk ke dalam tenggorokan dan ia (dalam keadaan) berpuasa”. (HR Bukhari)

Bersahur dalam Keadaan Junub

Keadaan junub itu umum terjadi pada orang yang mimpi basah ketika tertidur, atau yang melakukan hubungan suami istri. Ini juga berlaku bagi wanita yang belum sempat mandi besar setelah haid, tapi bersahur. Hal tersebut sama sekali tidak membatalkan puasa, hanya saja ketika akan shalat subuh, diwajibkan untuk mandi junub terlebih dulu.

“Adalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu shubuh dalam keadaan junub karena jima’ bukan karena mimpi kemudian beliau tidak buka dan tidak pula meng-qodho` (mengganti) puasanya”
(Bukhari-Muslim)

Sahur Lewat Waktu Imsak

Soal yang satu ini perlu dibedakan dengan jelas, dan jika tidak, akan menjadi bid’ah (perkara baru) yang sesat. Bahwa batas akhir sahur adalah ketika terdengar azan subuh. Sayangnya masih banyak yang mengira imsak adalah waktunya menyelesaikan makan sahur. Padahal, imsak hanyalah waktu tenggang untuk mengingatkan sebentar lagi akan azan subuh. Seperti yang tertera dalam Al Baqarah: 187,

loading...

“Dan makan minumlah hingga jelas bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam”.

Menyikat Gigi

Menyikat gigi diperbolehkan selama berpuasa bahkan dianjurkan untuk bersiwak (menggunaan sejenis kayu) untuk menjaga kebersihan di pagi hari. Bedanya, ketika menyikat gigi selepas zuhur di bulan puasa sebaiknya tidak menggunakan odol karena menurut sebagian besar ulama hukumnya makruh.

Kumur-Kumur

Berkumur diperbolehkan dan tidak mebatalkan puasa (termasuk berwudhu, atau menghirup air ke hidung), selama tidak dilakukan berlebihan dan menyebabkan air tertelan. Sebagaimana dianjurkan Rasulullah pada banyak hadist shahih:

“Dan bersungguh-sungguhlah engkau dalam menghirup air (kedalam hidungnya) kecuali jika engkau dalam keadaan puasa”

Berenang

Anggapan bahwa berenang akan membatalkan puasa sebenarnya salah. Karena tidak ada dalil shahih yang menyatakan demikian. Bahkan Imam Ahmad dalam kitab Al-Mugny berkata: “Adapun berenang atau menyelam dalam air dibolehkan selama mampu menjaga sehingga air tidak tertelan”. Sebagian besar ulama kemudian menganggap berenang atau menyelam makhruh, karena khawatir air masuk dalam tenggorokan tanpa disadari.

Muntah

Perlu diketahui bahwa muntah ada dua macam: yang membatalkan karena dilakukan dengan sengaja, dan yang tidak membatalkan karena tidak sengaja.

“Siapa yang sengaja muntah dan ia dalam keadaan berpuasa maka wajib atasnya membayar qodho’ dan siapa yang dikuasai oleh muntahnya (muntah dengan tidak disengaja) maka tidak ada qodho’ atasnya”. (Bukhari-Muslim)

Disuntik

Disuntik sebenarnya tidak membatalkan puasa, karena tidak ada dalilnya. Selama suntikan tidak mengandung sifat makanan dan minuman seperti suntikan infus, suntik kekuatan, atau suntikan vitamin.

loading...
8 Hal yang Sebenarnya Tidak Membatalkan Puasa | Klik Seru | 4.5